Jumat, 05 Oktober 2012

Ironi Sejarah Kemederkaan dan Perjuangan Islam Indonesia



 

MINGGU ini, tepat di bulan suci Ramadhan, bangsa Indonesia memperingat 67 tahun kemerdekaan. Di usia yang seharusnya mulai matang, perjalanan kelahiran bangsa ini masih tetap diliputi dengan ironi-ironi, khususnya menyangkut sejarah kemerdekaan.  Terlebih menyangkut  nilai-nilai perjuangan Islam dalam bernegara di Indonesia. Betapa tidak, the founding fathers bangsa ini telah mengkonsep persiapan kemerdekaan, dasar Negara, lambang Negara, dan Undang-undang dasar negera dengan detail dan cermat. Namun ujungnya, banyak hal yang akhirnya "dicurangi".

Hal ini dimulai dari keputusan untuk membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertugas :

Sidang-Sidang BPUPKI

1.  Sidang Pertama BPUPKI

Sidang ini dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945. Dalam sidang kala itu, dibahas rumusan Undang-Undang Dasar dan dasar negara.

Pada tanggal 29 Mei, Moh. Yamin mengemukakan pidatonya tentang Asas Dasar negara Indonesia. Lalu, 31 Mei, Prof. Dr. Mr. Supomo juga mengemukakan dasar negara indonesia menurut opininya.

Pada hari terakhir, 1 Juni, Ir. Soekarno menyampaikan dasar negara Indonesia merdeka. Beliau juga mengusulkan nama dari dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.

Setelah itu pun, dibawah pengawasan BPUPKI, dibentuklah panitia sembilan. Sesuai namanya, terdiri dari sembilan orang yang diketuai Ir.Soekarno.

Pada akhirnya, Panitia sembilan dapat merumuskan maksud dan tujuan pembentukkan negara Indonesia merdeka. Rumusna itu pun ditandatangani oleh Mr. Muh. Yamin yang lalu diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Rumusan dasar negara Indonesia Merdeka berdasarkan Piagam Jakarta sebagai berikut:

a.   Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

b.   (menurut) dasar kemanusian yang adil dan beradab.

c.   Persatuan Indonesia.

d.   (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

e.   (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2.   Sidang kedua BPUPKI

Sidang yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945 ini fokus pada undang-Undang Dasar negara Indonesia. Lalu, dibentuklah Panitia Perancang Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang diketui Ir.Soekarno.

Pada sidang tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-Undang Dasar dengan suara bulat menyetujui prembule yang diambil dari Piagam Jakarta.

Lalu, dibentuklah panitia kecil perancang Undang-Undang Dasar diketuai oleh Prof.Dr. Mr. Supomo. Serta Panitia penghalus bahasa yang terdiri dari Supomo, Husein Djajadiningrat dan H. Agus Salim.

14 Juli 1945, BPUPKI menerima laporan dari Pantia Perancang Undang-Undang Dasar.

Ada juga beberapa kalimat yang diganti yaitu :

a.   Pada aline ke-4, perkataan “Hukum Dasar”, diganti “Undang-Undang Dasar”.

b.   ... berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syareat Islam bagi pemeluk-pemuluknya menurut dasar kemanusian yang adil dan beradab. Diganti menjadi “berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab.

c.   Diantara “Permusyawarata perwakilan” dalam Undang-Undang Dasar di tambah garis miring ( / )

Lalu pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI di bubarkan dan dibentuklah PPKI sebagai Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Pada kesempatan lain BPUPKI juga menggagas rencana dasar Negara karena dianggap sebuah pilar terbentuknya sebuah bangsa dan Negara. Maka pada pada 29 Mei – 1 Juni 1945 rencana dasar negara itu dibicarakan dan dikemudian hari bangsa ini menyebut dengan lahirnya Pancasila.

Adapun lima azas yang disebut Pancasila dan diusulkan Soekarno pada 1 Juni 1945 antara lain :
(1) Kebangsaan Indonesia
(2) Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
(3) Mufakat atau Demokrasi
(4) Kesejahteraan Sosial
(5) Ketuhanan Yang Maha Esa

Tiga hari sebelumnya pidato Soekarno, tepatnya 29 Mei 1945, Muhammad Yamin sudah terlebih dahulu menyampaikan pidatonya yang juga mengandung usulan lima azas bagi Indonesia Merdeka, yaitu :
(1) Peri Kebangsaan
(2) Peri Ketuhanan
(3) Kesejahteraan Rakyat
(4) Peri Kemanusiaan
(5) Peri Kerakyatan

Pancasila dan Kemerdekaan
Menurut Dr Adian Husaini, dalam bukunya, "Pancasila, Bukan untuk Menindas Hak Konstitusional Umat Islam" tidak ada perbedaan fundamental antara lima asas Yamin dengan lima dasar Soekarno. Menurut Mohammad Roem, panjang naskah pidatonya pun sama, yaitu 20 halaman. Karena itulah BJ. Boland dalam bukunya, The Struggle of Islam in Modern Indonesia (The Hague: Martinus Nijhoff, 1971), menyimpulkan bahwa “The Pancasila was in fact a creation of Yamin’s and not Soekarno’s.” (Pancasila faktanya adalah karya Yamin dan bukan karya Soekarno). Menurut Adian, sebagian lain menyebut, bahwa yang tepat kelahiran Pancasila adalah 22 Juni. Sebab pada 22 Juni 1945, untuk pertamakalinya dikeluarkan rumusan Pancasila hasil kompromi antara 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam. Rumusannya dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan:

(1). Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
(2). Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3). Persatuan Indonesia
(4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
(5). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Tetapi ada pula yang menyebutkan, bahwa 18 Agustus lebih tepat menjadi penanda peringatan kelahiran Pancasila. Sebab pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyepakati rumusan Pancasila yang seperti sekarang ini. Jadi, penggunaan 1 Juni sebagai peringatan kelahiran Pancasila dengan hanya mendasarkan pada Bung Karno, masih perlu penelaahan sejarah yang lebih serius.
Bukti-bukti sejarah justru menunjukkan bahwa rumusan Pancasila resmi seperti rumusan saat ini lahir pada 18 Agustus 1945. Oleh sebab itu, lebih tepat jika hari lahir Pancasila disebut tanggal 18 Agustus 1945. Tapi ingat bahwa Badan Konstituante yang bersidang membicarakan dasar Negara itu dalam keputusan Dekrit Presiden  pada 5 Juli 1959 pada pukul 17.00 di Istana Merdeka dalam konsiderannya berbunyi :
Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya
Pemberlakuan kembali UUD 1945 yang sesuai dengan mukadimah UUD dan tidak   berlakunya UUDS 1950
Pembubaran Konstituante
Beranjak seiring dengan waktu, Jepang telah jatuh karena dibombardir sekutu pada 14 Agustus 1945. Rakyat Indonesia sadar bahwa ini sebuah momentum untuk segera bertindak untuk menyatakan kemerdekaan.

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan.

Teks Proklamasi  yang berbunyi… Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17-8-05

Wakil-wakil bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Teks ini sesungguhnya dipaksakan oleh para  perumusnya yang ditunggui Tadashi Maeda. Padahal  sesunggungnya teks kemerdekaan telah disiapkan dengan sungguh-sungguh oleh BPUPKI sebagaimana yang tertuang dalam Piagam Jakarta yang disebut juga dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut:

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya." ….

Meski demikian akhirnya Indonesia merdeka pula. Namun bagi umat Islam konsep kemerdekaan yang telah disiapkan dengan rujukan perjuangan umat islam itu mulai pudar. Bahkan sehari beikutnya manakala  PPKI bersidang pada 18 Agustus 1945.

Secara garis besarnya, kegiatan rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dibagi ke dalam dua tahap, yaitu: Tahap Sebelum Rapat PPKI Pada tahap ini diadakan rapat kecil yang terdiri dari Drs. Mohammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo. Wahid Hasyim. Mr. Kasman Singodimejo, dan Teuku Moh. Hasan.
Mereka mengadakan rapat pendahuluan dan menghasilkan kesepakatan mengubah kalimat "Ketuhanan, dengan Kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Mahaesa". Dengan perubahan tersebut, maka seluruh hukum Undang-undang Dasar dapat diterima oleh daerah-daerah Indonesia yang tidak beragama Islam, misalnya daerah­-daerah vang diduduki Kaigun.

Menurut Drs. M. Hatta, adanya perubahan itu memberikan tanda bahwa para pemimpin bangsa pada waktu itu lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Rapat Utanta PPKI Rapat ini dipimpin oleh Ir. Soekarno dan M. Hatta.

Dalam rapat ini diputuskan tiga keputusan penting, yakni: 1) Menetapkan dan merigesahkan UUD 1945 setelah mengalami perubahan di sana-sini. Dalam UUD tercantum dasar negara.

Dengan demikian PPKI pun telah menetapkan dasar negara RI yang baru diproklamasikan sehari sebelumnya; 2) Memilih dan mengangkat Ir. Soekarno dan Drs. Hatta, masing-masing sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia; 3) Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi membantu presiden dan wakil presiden sebelum lembaga-lembaga negara yang diharapkan UUD 1945 terbentuk secara resmi.

Khusus mengenai penetapan UUD 1945, bahan yang digunakan ialah bahan hasil sidang BPUPKI tanggal 10 s.d. 16 Juli 1945. Sedangkan untuk Pembukaannya diambil dari Piagam Jakarta dengan beberapa perubahan.

Usulan-usulan yang masuk kepada Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dikemukakan M. Hatta sebagai berikut:

a.     Menghilangkan Rencana Pernyataan Indonesia Merdeka serta Rencana Pembukaan yang telah disetujui Badan Penyelidik tanggal 15 Agustus 1945 dan menggantinya dengan usul Rencana Pembukaan Hukum Dasar yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan tanggal 22 Juni 1945 dengan beberapa perubahan.

b.    Perubahan yang dimaksud diantaranya "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diganti dengan "Ketuhanan Yang Mahaesa". Dengan perubahan ini, maka seluruh hukum Undang-undang dasar dapat diterima oleh daerah-daerah Indonesia yang tidak beragama Islam. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari berbagai golongan dan akan menyatukan seluruh bangsa.

c.     Dengan adanya perubahan pada Pembukaan, maka ada perubahan dalam Rencana Undang­undang Dasar, yaitu: 1) "Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam" diubah menjadi "Presiden ialah orang Indonesia asli" (Pasal 6 ayat 1); 2) Negara berdasar atas Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Mahaesa" (Pasal 29 ayat 1).

d.     Dalam pasal-pasal UUD 1945 terdapat pula beberapa perubahan; c. Menambahkan kepada Rencana Undang-undang Dasar tanggal 16 Juli 1945 dan tambahan itu disahkan, yaitu: · Bab XVI pasal 37 tentang Perubahan Undang-undang Dasar; · Aturan Peralihan Pasal I sampai dengan IV; · Aturan Tambahan angka 1 dan 2.


Setelah dilakukan amandemen terhadap UUD hasil sidang BPUPKI tanggal 16 Juli 1945, maka disahkanlah UUD Republik Indonesia. Sekarang, UUD hasil putusan sidang PPKI tannggal 18 Agustus 1945 dikenal dengan nama UUD 1945.

Maka sejak itu hingga kini umat Islam belum bisa mengembalikan makna perjuangan Islam dalam kontek berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan ajaran dan syariat Islam bagi pemeluknya.*
Penulis penikmat sejarah, tinggal di Surabaya
copas:hidayatullah.com

Kila dan Mimpinya tentang “Patani Darussalam”

Hidayatullah.com—AWAL tahun lalu, rombongan Badan Penerangan Dewan Syura Pimpinan Organisasi Pembebasan Patani Bersatu (PULO) bersilaturrahmi kepada wartawan di Gedung Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Jakarta.  Selain berilaturahmi, rombongan pejuang PULO berbagi cerita tentang kisah penindasan rezim Buddha-Thailand terhadap umat Islam di Patani.
Abu Jihad yang datang bersama lima rekannya dari pengasingan bercerita tentang sikap pemerintahan baru rejim Thai pimpinan Yingluck Chinawatra kepada Muslim Patani.

Semenjak Yingluck naik tahta sebagai perdana menteri 6 Agustus 2011 lalu, justru menambah  pasukan darurat militernya. Akibatnya, sejuta kisah pilu perlakuan terhadap kaum Muslim pun terjadi.

"Perampokan, pemboman, penembakan terhadap Muslim Melayu terus berjalan. Juga pemerkosaan terhadap anak-anak kemudian mereka dipaksa memakai narkoba," kata Abu Jihad kepada media ini.

Sebelum kedatangan mereka,  Kamis, (16/12/2011) , Mukhtar Kila (47), seorang tokoh pejuang Muslim Patani bahkan ditembak oleh 4 orang pria yang diduga didalangi oleh penjajah Thailand.

Mukhtar Kila langsung meninggal dunia di tempat kejadian. Sedang pelalu yang mencoba melarikan diri ikut terbunuh ditembok tentera Thailand.

Tragedi pembunuhan Allahyarham Mukhtar Kila ini telah menambah satu lagi sejarah pedih perjuangan rakyat Melayu Islam Patani.

Pemerintah Thailand senantiasa mencurigai pihak pejuangan aktivis-aktivis Melayu Islam Patani, baik daripada golongan akademik, ulama ataupun anak-anak muda Muslim.

Kisah Mukhtar Kila ini mengingatkan kejadian masa lampau tentang pembunuhan secara rahasia dan licik terhadap seorang aktivis pengacara  bernama Som Chai (Abang Jinluck) yang senantiasa membela pemuda-pemuda Muslim Patani di pengadilan.
Kesultanan Islam

Patani adalah negeri Melayu yang terletak di tanah genting Kra, selatan Thailand. Namun kini, di wilayah itu telah terpecah menjadi 3 propinsi, yaitu Patani, Yala dan Narathiwat.

Istilah Patani yang dipakai dalam tulisan ini merujuk pada Patani di masa lalu, saat belum dipecah menjadi tiga propinsi. Di era kejayaan Sriwijaya, Patani dan kerajaan-kerajaan kecil lainnya yang terdapat di daerah Semenanjung Melayu dan Sumatera berada dalam kekuasaan Sriwijaya.  Dari abad ke-7 M hingga awal abad ke-13 M, Sriwijaya menguasai jalur pedagangan di Selat Malaka, dan menarik pajak dari para pedagang yang lewat dan berdagang d kawasan itu.

Pada abad ke-11 M, Islam sudah mulai tersebar luas di Patani. Seiring perkembangan, kemudian Raja Patani, Phya Tu Antara masuk Islam dan berganti nama menjadi Sultan Ismail Syah Zhillullah fi al-Ardl.Pada abad ke-13 M, Patani ditaklukkan oleh kerajaan Ayuthaya (Siam). Pada abad ke-15, hampir keseluruhan wilayah Patani telah memeluk agama Islam. Dalam perkembangannya, kemudian banyak lahir ulama-ulama besar dari daerah ini, di antaranya adalah Syaikh Daud al-Fattani. Dengan tersebarnya Islam secara luas di Patani, maka kemudian terbentuk dua wilayah kebudayaan di kawasan tanah genting Kra, yang dibedakan oleh dua agama: Islam dan Budha.

Tahun 1785 M, Pasukan Siam (Ayuthaya) di bawah pimpinan Phraya Chakri kembali menyerang Patani. Perang yang kelima ini berlangsung dalam waktu lama, walaupun akhirnya Patani mengalami kekalahan pada bulan November 1786 M. Kekalahan ini benar-benar menghancurkan harkat dan martabat rakyat dan kerajaan Patani. Saat itu, berdasarkan cerita dalam Hikayat Kerajaan Melayu Patani, digambarkan kebrutalan pasukan Siam terhadap rakyat Patani.

Seorang pejabat Inggris, Sir Francis Light yang baru tiba di Pulau Pinang, menulis surat 12 September 1786 kepada jenderal Inggris Lord Cornwallis di India. Dalam surat itu, Light menceritakan mengenai kekejaman tentara Siam di Patani. Laki-laki, perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa diikat kaki dan tangan mereka, kemudian dihempaskan ke tanah dan diinjak-injak sampai mati dengan gajah.

Tahun 1826 M, Inggris mengakui kekuasaan Siam atas Patani yang ujunya melahirkan kebijakan Thesaphiban, di mana diwajibkan menghapus sistem pemerintahan kesultanan Melayu di Patani. Sejak penghapusan kesultanan Melayu tersebut, kerajaan Patani semakin lemah dan tertekan. Konsul Inggris di Songkhla saat itu, W.A.R. Wood mengatakan bahwa, rakyat Patani telah menjadi korban dari pemerintahan kerajaan yang salah atur (misgoverned).

Patani mencapai zaman keemasan selama pemerintahan Ratu Kuning. Digambarkan,  perdagangan internasional sangat ramai, sehingga setiap malam pelabuhan Patani selalu diterangi cahaya lampu dari kapal-kapal pedagang .
Namun tahun 1651 M, terjadi perebutan kekuasaan yang melahirkan kekacauan dan konflik  yang meyebabkan Patani tenggelam dalam kemunduran hingga ditaklukkan oleh Ayuthaya pada pertengahan abad ke-17 M.

Adanya perjanjian antara Inggris dengan Thailand, Patani diposisikan bagian dari Thailand. Sedangkan Perlis dll, menjadi bagian dari jajahan Inggris (sekarang Malaysia). Muslim Patani tidak mempunyai pilihan, mereka dipaksa menjadi bagian dari kerajaan Siam (Thailand). Sejak itu terjadi pergolakan di daerah Patani hingga saat ini.

Patani yang merdeka

Sebagai upaya mengembalikan kerajaan Melayu Muslim dan mendorong terbentuknya “Patani Darussalam”  (mencita-citakan kembali kesultanan Islam yang merdeka yaitu seperti tahun 1457 sampai 1902) maka tahun 1968 dirintislah  Patani Bersatu atau Patani united Liberation Organization (PULO) di  deklarasikan di Pakistandan disahkan oleh para ulama Patani di Arafah. Gerakan ini digagas oleh almarhum Kabir Abdurrahman, yang juga sahabat dekat  almarhum M Natsir.

PULO digerakkan para penggagasnya di pengasingan. Termasuk dari  Damaskus, Suriah. Beberapa organisasi pembebasan Patani lain juga ikut menggerakkan. Di antaranya Barisan Nasional Pembebasan Patani (BNPP), Barisan Revolusi Nasional yang digagas Ahmad Bong, kawan mantan proklamator Indonesia, Sukarno.

Semenjak kelahirannya, organisasi ini sentiasa mendorong perjuangan rakyat Patani ke arah tercapainya masyarakat Melayu Islam Patani yang lebih baik. Perjuangan ini merangkum berbagai aspek; khususnya politik dan diplomasi, di samping aspek-aspek lain yang merangkum di dalam dan luar negara. Tujuan perjuangan ini adalah untuk mencari penyelesaian terhadap isu-isu dan masalah yang dihadapi oleh rakyat Patani agar mendapat penyelesaian dan kedamaian yang abadi. Karenanya, masyarakat Melayu Patani sendiri berharap bisa menyuarakan hasrat dan keinginan mereka sendiri.

Namun pemerintah Thailand memposisikan gerakan PULO sebagai “pemberontak”.  Akibatnya, tak ada lagi dialog dan pembicaraan dari hati-hati antara pemerintah pusat dengan kaum Muslim, khususnya di pengasingan. Sikap pemerintah Thailand yang egois ini akhirnya melahirnya banyak prasanangka pada kaum Muslim dan pendekatan militeristik.

Kejadian menyedihkan 25 Oktober 2004, ketika  84 Muslimin meninggal dunia, Provinsi Narathiwat, Thailand akibat mati lemas setelah lebih 1.300 orang dijejalkan ke dalam kendaraan-kendaraan selama sekitar enam jam oleh aparat Thailand.
Kekerasan terhadap Muslimin oleh penguasa Thailand seperti ini bukan barang baru. April sebelumnya, militer Thailand bahkan pernah menyerbu sebuah masjid dan mengakibatkan tewasnya 108 orang. Sejak Januari 2004, sedikitnya 400 Muslim meninggal atas kekerasan yang dilakukan penguasa Thailand.

Menurut statistik dari Kepolisian Kerajaan Thailand, telah 3.029 warga sipil tewas atas serangan aparat sejak Januari 2004 sampai Mei 2009.

Meski demikian, upaya kaum Muslim untuk ambil bagian terus dilakukan. Misalnya ketika  tahun 2011 --sebelum Pemilu Thailand yang berlangsung pada 3 Juli  2011-- Allahyarham Mukhtar Kila mendirikan partai yang dinamakan Partai Keadilan (Pracha-Tham). Partai ini mengharapkan mewakili suara masyarakat Melayu Islam Patani di wilayah-wilayah Patani melalui proses demokrasi yang sah dan resmi.
Hingga saat ini, ada 5 propinsi masih berbahasa Melayu yaitu : Patani, Yala, Menara (Narathiwat) Stul dan Senggora (Sungkla). Bukan tiga propinsi sebagaimana banyak ditulis media.
Sebelum Pemilu Thailand 2011, Mukhtar Kila pernah diwawancara oleh wartawan, dan memberitahu bahwa ia dan teman-teman seperjuangannya sangat bersyukur dan gembira karena dia dan rekan-rekan seperjuangannya dapat melahirkan partai yang mewakili masyarakat Melayu Islam Patani dan bertujuan untuk membela hak-hak orang Melayu Patani.

Alkisah, Partai Keadilan (Pracha-Tham) merupakan partai orang Melayu Islam yang pertama kali dalam sejarah Patani di bawah pemerintah tangan besi Thailand.
Dengan tertubuhnya partai Keadilan,  Mukhtar Kila mampu berkampanye dan berinteraksi dengan masyarakat secara terbuka serta berani menyampaikan hasrat dan tujuan lahirnya partai tersebut.

Tepat 3 Juli 2011 Kila  dicalonkan sebagai kanidat untuk bertanding menjadi wakil rakyat di wilayah Menara (Narathiwat).  Malangnya, ia gagal dalam Pemilu tersebut. Meski demikian, Kila tidak berputus asa karena wawasan dan misi partai tersebut telah disampaikan kepada Masyarakat.

Sayang, sebelum cita-citanya menjadikan Muslim berjaya di  bumi Patani, Kila telah meninggalkan perjuangan akhir Desember lalu.

Tanggal (23/12/11) polisi Thailand mengabarkan telah menangkap 5 orang tersangka penembak Kila, yang umumnya anak-anak berusia 18-26 tahun di District Bendang Setar, Provinsi Yala.

Kila lahir tahun 1964 di Kg. Gelaung Gajah, Tanjung Mas, Menara (Narathiwat). Selain pernah menyelesaikan di University Ramkamheng Bangkok ia juga pernah belajar di Australia. Semasa belajar di Bangkok, ia  sempat menjadi Ketua organisasi Pelajar Islam Patani di Bangkok.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala menempatkan Kila dalam barisan para Syuhada,  dan mudah-mudahan semangat perjuangannya tetap memberi inspirasi dan kesabaran pada Muslim Patani lain.*/abj
Keterangan foto: Foto Kila & musibah tewasnya 84 umat Islam tahun 2004
copas:hidayatullah.com

Kamis, 04 Oktober 2012

"Rahasia Para Hafidz Qur'an"

"Dalam tulisan ini akan saya kemukakan rahasia cara termudah untuk menghafalkan Al Quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh (hanya dalam 360 Hari) untuk mengkhatamkan hafalan al-Quran" (Dr. Abdul Muhsin Al Qasim)



ღبِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيღ
Saya mulai dengan salam dari Syurga,
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Semoga Kesejahtraan, Shalawat serta salam selalu tercurah kepada kekasih Alam ✿ܓMuhammad Rasulullah Shalallahu 'Alahi wassalam beserta keluarga, sahabat, tabiin tabiat dan pengikutnya yang setia dengan assunahnya hinga akhir jaman.

Rasulullah saw bersabda:
"Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya". (HR. Bukhari)

Sahabat yang diridhai Allah,
Suatu waktu dalam keseharian kita kadang kita masih saja dihinggapi rasa jenuh dan bosan dengan rutinitas kehidupan tanpa ujung. Kesibukan demi kesibukan terus membelit kita, hingga kita benar benar lupa bahwa hidup ini hanyalah sebuah persimpangan, kehidupan sesaat untuk hidup yang maha hidup.

Sesekali kita kadang merasa nyaman tanpa beban, padahal masih banyak hal yang belum terselesaikan. Masih banyak hafalan Qur'an yang terabaikan atau bahkan terlupakan. Sajian ana kali ini adalah khusus untuk menyentuh sudut tersebut.

Berikut ini adalah buah karya dari Dr. Abdul Muhsin Al Qasim, beliau adalah Imam dan Khatib masjid Nabawi-Madinnah. Insha Allah, dengan meminta pertolongan Allah teknis ini akan memudahkan kita untuk Hafidz Qur'an dalam kurun waktu 1 tahun dengan kekokohan hafalan yang terjamin.

Silahkan simak hingga tuntas.

Teori ini sangat mudah untuk dipraktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang bersungguh sungguh ingin menghafalnya.

Syaratnya hanya satu : Istiqamah.

Berikut ini akan saya bawakan contoh praktis dalam mempraktikannya.
Katakanlah kita ingin menghafalkan Surat An-Nisa, maka kita bisa mengikuti teori berikut ini:

1 - Bacalah ayat pertama 20 kali:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

2 - Bacalah ayat kedua 20 kali:

وَآتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا

3 - Bacalah ayat ketiga 20 kali:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا

4 - Bacalah ayat keempat 20 kali:

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا

5 - Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir dengan menggabungkannya sebanyak 20 kali.

6 - Bacalah ayat kelima 20 kali:

وَلا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلا مَعْرُوفًا

7 - Bacalah ayat keenam 20 kali:

وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا

8 - Bacalah ayat ketujuh 20 kali:

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

9 - Bacalah ayat kedelapan 20 kali:

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلا مَعْرُوفًا

10 - Kemudian baca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.

11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran.
Ingat, jangan sampai menghafal lebih dari seperdelapan juz dalam sehari, agar tidak berat bagi antum untuk mengulang dan "menjaganya".

BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARIBERIKUTNYA?

Jika kita ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya,
Maka sebelum menambah dengan hafalan baru, kita harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan kita.

Kemudian memulailah hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang amtum lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

________________________________
BAGAIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
________________________________

Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika antum menghafal alquran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua Al Quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa sangat berat.

Hal itu disebabkan karena, secara tidak disadari kita akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Bahkan seolah olah kita menghafalnya kembali dari nol.

Oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al Quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru.

________________________________
BAGI KESELURUHAN MUSHAF MENJADI 3 BAGIAN
________________________________

Setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika dalam sehari kita mampu menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kita dapat menyelesaikan sepuluh juz.

Jika kita telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara melakukan pengulangan sebanyak delapan halaman.

Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, kita mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang.

Setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan maka mulailah menghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan. Lakukan pengulangan setiap hari yang telah kita hafal sebanyak 8 lembar...

Terus lakukan hingga kita bisa menyelesaikan seluruh al-Qur an.

Jika nanti kita telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz. Setelah itu pindahlah ke 10 juz berikutnya, setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama.

Setelah 20 juz pertama selesai, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?

Mulailah mengulang al-Qur'an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, lakukan pengulangan 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.

Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al Qur'an.

Lakukanlah cara ini selama satu tahun.


________________________________
APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR ANSELAMA SATU TAHUN?
________________________________

Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al Qur'an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam semasa hidupnya, beliau membagi Al Qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah berkata;
"Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "Kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam" (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:

- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat"an-nisa",

- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "attaubah",

- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",

- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "alfurqan",

- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat"yaasin",

- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "alhujurat",

- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".

Para ulama menyingkat wirid Nabi dengan al-Qur an menjadi kata: "Fami bisyauqin ( فم ي ب شوق )", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:

- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,

- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,

- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,

- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari suratal isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,

- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,

- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,

- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".

Adapun pembagian hizib yang ada pada al-Qur'an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.


________________________________
BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANGMUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?
________________________________

Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaannya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya.

Ketika kita melakukan murajaah hafalan, perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

________________________________
KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:
________________________________

1- Antum harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.

2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.

3- Hafalkanlah mulai dari surat An-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.

4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.

5- Setiap yang menghafalkan al-Quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an.

Masa ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt.

Akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini.

Amin ya Allah ya Robal 'alamin
copas:nai-foundation.com/

Mendapatkan Sukses Setelah Membakar Kapal


Mendapatkan Sukses Setelah Membakar Kapal

Pada 711, 12.000 pasukan Muslim berangkat dari Maghreb dengan kapal-kapal mereka menuju Semenanjung Iberia. Pada saat itu, belum sekalipun kaum Muslim pernah berpijak ke tanahnya. Walaupun begitu, ekspedisi harus dilakukan untuk membebaskan rakyat Andalusia dari kekejaman Raja Roderick.
Sesampainya di Andalusia, Panglima pimpinan ekspedisi mendengar bahwa Roderick akan datang menyambutnya dengan pasukan yang jauh lebih besar dan lebih banyak dari pasukannya. Pasukan Muslim galau, namun pimpinannya tidak. Pimpinannya malah meminta mereka melakukan hal ekstrim: Bakar seluruh kapal!
Tatkala ditanyakan kepadanya “Wahai pemimpin, sesungguhnya engkau mencelakakan kita dengan membakar kapal-kapal yang membawa kita kesini” Maka pemimpin itu menjawab:
“Sesungguhnya setiap daerah Allah dan bumi Allah adalah kampung halaman kita. Wahai manusia kemanakah kalian akan pergi. Sesungguhnya lautan ada di belakang kalian, dan musuh ada di depan kalian. Dan tidak ada yang tersisa pada kalian, Demi Allah, kecuali kebenaran dan kesabaran.”
Dengan kebenaran dan kesabarannya, panglima itu dapat memimpin pasukannya meraih kemenangan melawan musuh yang berlipat-lipat jumlah maupun persenjataannya. Dan akhirnya diingat sebagai salah satu ekspedisi yang paling sukses, yang membawa Islam ke Andalusia. Namanya adalah Thariq bin Ziyad.
Thariq bin Ziyad adalah seorang entepreneur sejati. Islamnya Andalusia adalah buktinya. Apa mental-mental entepreneurship yang kita dapat pelajari dari beliau?
1. Bakar Kapal Anda
Seringkali kita temukan seorang entepreneur yang tidak berani fokus pada apa yang ia usahakan. Safe player bahasa kerennya, tidak mau mengambil risiko pada satu usaha. Padahal risiko sebanding dengan nilai yang kita dapatkan.
Ada yang mau berbisnis, tapi masih takut untuk meninggalkan pekerjaan. Sehingga hasil bisnis dan pekerjaannya setengah-setengah dan tidak maksimal, karena usaha dan waktu yang dicurahkan pun terbagi.
Thariq membakar kapal bukan tanpa sebab. Tetapi agar seluruh kaum Muslim sadar bahwa pilihannya hanya ada satu; maju, tidak ada pilihan mundur. There’s no plan B. Akhirnya seluruh daya upaya, baik pikiran maupun fisik dikerahkan secara maksimal untuk maju dan menang. Dan itu yang Thariq dapatkan.
Sama seperti kita, mungkin selama ini kegagalan kita diakibatkan oleh tidak seriusnya kita dalam satu hal. Tidak benar-benar mencurahkan perhatian kita, karena kita merasa masih memiliki rencana yang lain. Bila usaha kita belum menampakkan hasil yang maksimal. Saatnya kita mencoba untuk “membakar kapal”
2. Berjalan dalam kebenaran
Seseorang yang berjalan dalam kebenaran Islam tidak akan pernah rugi. Thariq sangat memahami hal itu. Ekspedisi ke Andalusia bukanlah ekspedisi sembarangan. Ia adalah ekspedisi yang dilakukan untuk meninggikan kalimat Allah. Sehingga Thariq berani meminta mereka membakar kapal. Karena Thariq memahami bahwa kehidupan ataupun kematian fii sabilillah adalah dua hal yang sama baiknya.
Dalam bisnis hal yang sama akan kita temukan. Mulai dari niat membuat suatu bisnis, apakah hanya demi materi semata atau betul-betul diniatkan ghayatul-ghayah (tujuan dari segala tujuan) adalah sebagai ibadah. Juga ketika berbisnis, kita dihadapkan pada  transaksi yang haram, riba, pinjaman-pinjaman haram dan segala macam hal yang membuat kita berpaling dari jalan kebenaran.
Ketika Thariq membakar kapalnya, ini adalah penegasan bahwa mereka berjalan dalam kebenaran. Dan bisnis pun harus begitu. Bila kita sudah meyakini bahwa kita “berjalan di jalan kebenaran”, maka ucapkan basmalah dan “bakarlah kapal”
3. Berjalan dalam kesabaran
Banyak pula pebisnis yang tidak sabar dalam usahanya. Menginginkan hasilnya segera tampak. Padahal yang terjadi di dunia nyata tidaklah semacam itu. Bisnis memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Karena bisnis seperti bayi yang kita asuh hingga dewasa, mampu berdiri sendiri tanpa kita. Tapi harus diingat, agar itu terjadi, maka bayi harus disusui, diganti popoknya, dikelonin, diobati bila sakit, dan semua bentuk pengurusan yang lain.
Tidak ada bisnis sim salabim abra kadabra, semua bisnis memerlukan kesabaran. Karena itulah Thariq juga mengucapkan kalimat “Seandainya kalian mau bersabar dalam kesusahan yang sebentar saja, maka kalian akan menjalani kenikmatan dalam waktu yang panjang”
Kesimpulannya sudah jelas. Bakalralah kapal, sehingga kita dapat fokus menjalankan satu bisnis. Dan berjalanlah dalam kebenaran dan kesabaran. Memang sulit melakukan itu dalam bisnis. Tapi insya Allah semuanya terbayar ketika bisnis kita tumbuh dan berkah. Saat itu harta kita bukan hanya sebagai pembela kita di dunia, namun juga sebagai pembela kita di akhirat.
Ditulis oleh @felixsiauw dalam rangka menyambut Muslim Entrepreneur Forum 2012, yang rencananya akan diselenggarakan pada 26 Januari 2012 yang akan datang di Gedung Smesco, Jakarta

Awas! Pemurtadan Abad-21


Awas! Pemurtadan Abad-21

Pertama-tama, kita harus mengubah paradigma berfikir kita bahwa kristenisasi/pemurtadan hanyalah berubahnya agama seorang muslim manjadi agama kristen. Tetapi adalah juga bila seorang muslim tidak lagi menjadikan Islam sebagai landasannya atau kite sebut orang yang terkristenkan pemikirannya. Yang terakhir inilah yang paling berbahaya. Ini sesuai dengan yang dikatakan Samuel Zweimer, seorang yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen
“Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim sebagai seorang kristen… Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar hawa nafsu (walaupun mereka muslim).”


Dari sini, kita menjadi paham, bahwa sesungguhnya akar masalah dari kristenisasi ini ada dua: Pertama, rendahnya pemahaman kaum muslim mengenai Islam. Ketika pemahaman Islam sudah tidak ada lagi maka dengan mudah mereka akan berpindah agama dan murtad secara pemikiran. Kedua, rendahnya pemahaman umat atas Islam ini, adalah hasil dari sistem pemerintahan yang dipakai oleh Indonesia pada saat ini, yaitu sekularisme (memisahkan antara agama dengan kehidupan).
Sistem inilah yang mengajarkan kita konsep agama “parsial” yaitu hanya ritual untuk individu. Kita bisa melihat bahwa ketika kaum muslim masih dilindungi oleh kepemimpinan Khilafah Islam, pemurtadan bukanlah masalah besar bagi kaum muslim.
Sehingga keadaan seperti yang kita hadapi saat ini adalah keadaan yang sangat menguntungkan dan memberikan kesempatan yang sangat besar bagi agama kristen yang memang tak memiliki aturan tentang kehidupan secara komprehensif untuk mempropagandakan agama mereka
Solusi Islam atas Kristenisasi
Dari apa-apa yang telah kita uraikan tadi, maka solusi satu-satunya bagi ummat Islam yang ingin bangkit dari segala keterpurukan masalah kristenisasi ini adalah dengan mengembalikan Islam dunia yang terpisahkan dari Islam akhirat pada diri kaum muslim dan mengamalkan hanya Islam itu saja secara kaaffah. Dan tentunya tidak menambah dan mengambil apa-apapun selain dari Islam. Berkaitan dengan hal ini Allah berfirman:
Apakah kamu beriman kepada sebahagian dari al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain(QS al-Baqarah [2]: 68)

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali Imran [3]: 85)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut[1] itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS an-Nisaa’ [4]: 60)

’Ala kulli hal, setiap muslim harus memahami, bahwa sesungguhnya kristenisasi adalah masalah sistemik yang didukung oleh tidak hanya kekuatan individu dan kelompok, tetapi juga didukung kekuatan negara seperti AS. Yang tidak cukup dihadapi hanya dengan individu ataupun kelompok, tetapi harus dihadapi dengan kekuatan yang seimbang dan dapat menggentarkan kaum kafir.
Yaitu bersatunya Islam dalam satu kepemimpinan dalam bentuk Institusi legal formal yaitu Daulah Khilafah Islamiyyah yang menerapkan syari’at Islam secara kaaffah dengan Imam (pemimpin) yang siap menjadi perisai bagi umat Islam.
”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (TQS al-Anfaal [8]:60)
”Imam adalah laksana perisai, diperangi orang dibelakangnya dan ia dijadikan pelindung”. (HR. Muslim)

“Imam yang disertai jabatan memimpin umat manusia adalah laksana penggembala, dia bertanggung jawab akan kemaslahatan rakyatnya”. (HR. Bukhari)
Semoga kita memahami bahwa Islam sesungguhnya adalah sebuah sistem yang lengkap yang hanya memperlihatkan kesempurnaanya bila diterapkan secara kaaffah. Tidak cukup sampai disitu, semoga kita juga menjadi orang yang bangga dan memperjuangkan Islam itu dengan segenap kemampuan yang kita miliki, karena sesungguhnya Allah telah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS as-Shaff [61]: 10-11)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS at-Taubah [9]: 111)
Felix Siauw yang anti-pemurtadan :)
sumber:felixsiauw.com

Sahabat yang Mengubah Batu Menjadi Emas

Siapa tak mengenal Abdurrahman bin Auf? Salah satu dari 10 sahabat yang dijamin mendapatkan surga. Bahkan semua Muslim pada masa sulit seperti sekarang tentu lebih menginginkan menjadi sepertinya dan berusaha mengikuti jejaknya sebagai kontribusi dalam Islam. Beliau pernah menyumbangkan separuh hartanya ditambah 40.000 dinar, 500 kuda dan 500 unta dalam satu waktu, dan menyumbangkan 50.000 dinar fii sabilillah ketika meninggal, dan lebih banyak lagi yang beliau sumbangkan tatkala masih hidup.
Abdurrahman bin Auf adalah ikon Muslim salih dan kaya. Kombinasi yang tampaknya sulit kita temukan pada abad-abad terakhir. Tapi sulit bukan berarti mustahil. Kita hanya perlu sedikit demi sedikit mempelajari kisahnya dan berharap bisa lebih ‘salih dan kaya’ setiap harinya.
Ketika Rasulullah memerintahkan hijrah menuju Madinah, Abdurrahman bin Auf adalah salah satu shahabat yang berhijrah tanpa harta, karena beliau lebih memilih Allah serta Rasul-Nya dibanding harta melimpah yang selama ini dia usahakan di Makkah.
Begitu sampai di Madinah, Rasulullah saw mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan saudagar paling kaya di kota itu, Sa’ad bin Rabi’. Saking bahagianya, Sa’ad bin Rabi’ yang telah mendengar kehebatan Abdurrahman dalam berdagang langsung memperlihatkan semua tokonya pada Abdurrahman, lalu meminta Abdurrahman memilih separuhnya. Tidak hanya itu, Abdurrahman bahkan diminta memilih salah satu dari istri sahabatnya Sa’ad bin Rabi’ yang paling disukainya. Subhanallah, inilah persahabatan dalam Islam.
Namun Abdurrahman menjawabnya “Semoga Allah memberkahi hartamu dan keluargamu, aku tidak memerlukan semua itu. Akan tetapi, tunjukkanlah aku dimana pasar supaya aku dapat berdagang disitu”
Sa’ad bin Rabi’ pun menunjukannya letak pasar. Dan dalam waktu dekat perniagaannya berkembang dan menikahi seorang Muslimah dengan mahar emas seberat biji kurma. Tidak hanya itu, dia menjadi orang yang paling kaya di Madinah setelahnya.
Dari sini ada beberapa pelajaran yang bisa kita tarik.
1.       Abdurrahman bin Auf menunjukkan kepada kita bahwa modal harta itu penting, tapi modal mental lebih penting. Mental kaya lebih penting daripada kaya. Abdurrahman memulai dari nol dan mampu mengumpulkan kekayaan lebih banyak karena dia memiliki mental kaya. Mental kaya ini misalnya selalu mau memberi bukan menerima, siap dengan kerasnya usaha, tangguh, bersungguh-sungguh dalam usaha dan meyakini keberhasilan usahanya. Ini tergambar dari perkataannya “Seandainya aku membalik sebuah batu, maka aku akan menemukan emas atau perak”
2.       Selain mental kaya, Abdurrahman juga memahami secara mendalam seluk beluk perdagangan secara teknis. Abdurrahman tidak hanya memiliki mental saja, tapi dia juga menguasai pasar. Sesampainya di Madinah, Abdurrahman dikisahkan mendatangkan minyak samin dan keju dari wilayah lain untuk dijual di Madinah. Artinya beliau paham betul masalah supplier dan jalur distribusi, networking, marketing, dan tentunya selling.
3.       Belajar dari Abdurrahman bin Auf yang lain, beliau meniatkan semua hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah semaksimal mungkin. Pada saat perang Tabuk beliau menginfakkan 200 uqiyah emas dari hartanya ( 1 uqiyah emas = 29,75 gram emas), sehingga Umar mengkhawatirkan apakah Abdurrahman menyisakan untuk keluarganya. Saat ditanya Rasulullah perkara uang yang dia tinggalkan untuk keluarganya, beliau menjawab “Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan.” Rasul melanjutkan pertanyaannya “Berapa?” Maka Abdurrahman menjawab: “Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.”
Siapa yang membantu agama Allah, Allah akan membantunya. Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah, akan dilipatgandakan. Begitulah Abdurrahman yang bertambah kaya karena menginfakkan hartanya fii sabilillah. Simak perkayaan Allah dalam hal ini:
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (TQS Al-Baqarah [2]: 245)
4.       Yang terakhir, Abdurrahman adalah ksatria Islam yang istimewa, dan termasuk diantara sahabat yang mampu secara maksimal berjuang dengan harta dan jiwanya. Mungkin kita mengetahui beliau senang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Tapi sedikit yang mengetahui bahwa Abdurrahman juga maju ke medan perang. Dia tidak menganggap bahwa harta adalah pengganti dirinya untuk maju ke medan perang. Dia memperjuangkan surga Allah dengan harta dan jiwa. Dan Allah menggantinya lebih banyak lagi. Sederhananya, dia menjadikan hartanya sebagai wasilah (perantara) ibadah, bukannya sebagai tujuan
Walhasil, beginilah profil pengusaha Muslim yang layak dinanti. Yang siap mengorbankan seluruh harta dan jiwanya di jalan Allah. Mungkin sulit, tapi bukan berarti mustahil. Yang ada saat ini, orang yang memiliki harta merasa bisa mengganti maksiat mereka dengan infak harta. Atau sebaliknya, merasa perjuangannya cukup dengan jiwa saja tapi pelit mengeluarkan harta. Semoga Allah segera mengenalkan kita profil-profil Abdurrahman bin Auf pada zaman kita, sehingga kebangkitan Islam semakin dekat. Semoga.
sumber:felixsiauw.com

Rabu, 03 Oktober 2012

"DADIAH" Yoghurt Tradisional dari Minangkabau


Dadih (bahasa Minangkabau: dadiah) adalah yogurt tradisional khas Minangkabau yang terbuat dari susu kerbau (Bubalus bubalis). Dari segi bahasa, kata "dadiah" memiliki kemiripan dengan dudh, bahasa dari etnis Sindhi (India dan Pakistan).

Proses pembuatan dadih ini sangat sederhana. Pertama-tama susu kerbau segar yang baru diperah disaring untuk memisahkan kotoran atau benda asing yang masuk selama pemerahan, kemudian dimasukkan ke dalam tabung bambu yang telah dipotong. Bambu yang digunakanialah yang masih muda dan segar, karena dari hasil penelitian buluh pada bagian dalam bambu inilah yang mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang membuat susu kerbau menggumpal menjadi dadih. Kemudian tabung bambu yang telah berisi air susu kerbau ini ditutup dengan daun pisang atau daun waru dan diikat dengan karet gelang. Selanjutnya,biarkan susu terfermentasi alami pada suhu kamar selama ± 2 hari atau sampai menjadi kental/menggumpal. 
 
Dadih dikonsumsi sebagai makanan adat, disuguhkan pada acara pernikahan dan pemberian gelar datuk di daerah Sumatra Barat Masyarakat Tradisional Minangkabau mengkonsumsi Dadiah secara langsung atau sebagai lauk-pauk pendamping nasi setelah dikasih irisan bawang dan cabe, selain itu Dadih juga disajikan bersama dengan ketan, parutan kelapa ditambah dengan gula kelapa atau sambal balado. Untuk sarapan pagi, terkadang dadih dicampur dengan ampiang/emping ketan dan gula kelapa.

Selain sebagai panganan tradisional, Dadiah memiliki mamfaat yang patut untuk kita pehitungkan,karena dadih mengandung zat gizi sebagai berikut: kadar air (84,35%), protein (5,93%), lemak (5,42%), karbohidrat (3,34%). Kadar keasaman (pH) dadih adalah 3,4. Di dalam dadih sudah berhasil diisolasi dan didentifikasi 36 strain bakteri pembentuk asam laktat.

Dari beberapa penelitian diketahui bahwa dadih mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang potensial sebagai probiotik. Di dalam dadih terdapat bakteri asam laktat (salah satu jenis bakteri probiotik) yang berperan dalam pembentukan tekstur dan cita rasa. Bakteri asam laktat dan produk turunannya mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti mencegah enterik bakteri patogen, menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, mencegah kanker usus, anti mutagen, anti karsinogenik dan meningkatkan daya tahan tubuh (Suryono, 2003). Selain itu, dadih diduga efektif sebagai antivaginitis.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Eni Harmayani dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM berhasil melakukan isolasi bakteri asam laktat (BAL) dari dadih. Bakteri tersebut dinamakan Lactobacillus sp. Dad 13. Selanjutnya berdasarkan uji invitro dan in vivo ternyata BAL dari dadih terbukti ampuh menurunkan kolesterol.
Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa dadih efektif menurunkan kolesterol 39,8% pada hewan coba yang diberi pakan tanpa kolesterol dan 13,4% pada hewan yang diberi pakan tinggi kolesterol. Sedangkan pemberian susu fermentasi oleh probiotik dari dadih yang dipasteurisasi dan disterilisasi mampu menurunkan kolesterol sebanyak 42-45% pada pakan tinggi kolesterol dan 50-53% pada pakan tanpa kolesterol (www.ugm.ac.id). 

Sayang,meski dadih merupakan produk lokal dalam negeri sendiri tapi tak banyak yang mengambil manfaat darinya, malahan Malaysia dan Jepang lah, yang telah memanfaatkan bakteri asal dadih untuk dibuat minuman susu fermentasi yang diperjualbelikan secara komersial. Sekarang ini di Jepang telah dipasarkan yoghurt yang mengandung bakteri baik asal dadih yang memiliki merek dagang Dadihi. Padahal selain dadih, susu kerbau fermentasi sudah dikenal oleh masyarakat di beberapa daerah lain. Di Aceh, susu kerbau dibuat menjadi mentega dan minyak samin, sedangkan di Sumatera Utara, susu kerbau fermentasi disebut dali